Di Indonesia sunat seperti sebuah budaya yang sudah cukup melekat. Sunat laser selalu dilakukan pada laki-laki menjelang masa pubertas mereka. Umumnya di Indonesia pria di sunat pada usia 7-15 tahun atau saat memasuki kelas 5-6 SD. Sunat sendiri memberikan cukup banyak manfaat sunat untuk kesehatan organ intim bagi laki-laki.

Hingga saat ini sunat di Indonesia masih sebagai budaya saja, dan masih banyak yang menganggap bahwa sunat merupakan anjuran kepercayaan tertentu. Padahal banyak dokter spesialis kelamin di seluruh dunia yang menganggap sunat bukan sekedar anjuran keyakinan saja. Ada manfaat yang luar biasa dari sunat itu sendiri.

Sunat merupakan proses pemotongan bagian kulit kepala penis. Kepala penis dalam bahasa kedokteran dikenal dengan sebutan preputium. Dimana kulit kulup penis ini menjadi salah satu tempat bersarangnya bakteri dan kotoran penyebab penyakit kelamin seperti penyakit raja singa.

Bagi laki-laki yang tidak melakukan sunat, maka penisnya akan sangat mudah terkena bakteri dan kuman penyebab penyakit kelamin menumpuk pada kulup penis. Karena kulup merupakan tempat bersarangnya kuman dan bakteri.

Mengapa Sunat Menjadi Budaya

Di Negara seperti Indonesia, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Filipina sunat sudah menjadi hal wajib yang harus dilakukan oleh laki-laki menjelang dewasa. Sejarah sunat sendiri sudah dimulai sejak 2400 Sebelum Masehi (SM) di Mesir. Namun ada juga yang mengatakan bahwa sunat sudah dilakukan sejak 1600 SM.

Sunat sendiri di Amerika dilakukan ketika anak-anak laki-laki baru lahir. Sementara itu di Mesir dan India anak-anak sudah disunat di usia 3-9 tahun. Di Indonesia sendiri masih ada laki-laki yang baru di sunat ketika sudah memasuki usia 21 tahun seperti di Maumere, Flores.

Manfaat Sunat Bagi Kesehatan

Sunat memiliki cukup banyak manfaat yang harus anda ketahui. Banyak laki-laki yang tidak mau di sunat, hanya karena menganggap bahwa sunat itu hanyalah ajaran agama tertentu, dan agama lain tidak mewajibkan sunat baik itu di Klinik Gracia Cideng atau rumah sakit.

Sunat Menghindari Penumpukan Bakteri Pada Penis

Sunat memang menjadi satu cara untuk menghilangkan bakteri yang menumpuk pada kepala kulup. Karena saat anda kencing, apabila penis yang tidak di sunat, maka sisa dari air kencing tersebut akan menumpuk pada kepala penis. Dimana hal ini bisa menyebabkan kanker penis.

Menghindari Terjadinya Fimosis

Fimosis merupakan salah satu penyakit yang terjadi mengenai penyempitan pada ujung kulit penis. Sehingga kulup penis tidak bisa ditarik kebelakang. Hal ini akan menyebabkan bagian kulit depan sangat mudah terinfeksi berbagai penyakit. Fimosis bisa terjadi saat anak laki-laki saat baru lahir, sehingga mereka diharuskan untuk menjalani sunat agar bisa menghilangkan fimosis tersebut.

Menghindari Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada pria maupun wanita. Kondisi menyebabkan ketidaknyamanan saat buang air kecil. Ketika anda mengalami hal tersebut, maka anda harus melakukan pengobatan. Sunat sendiri bisa menjadi alternative untuk menghindari terjadinya ISK.

Mencegah Infeksi Menular Seksual

Infeksi menular seksual merupakan salah satu penyakit yang menakutkan. Karena penyakit ini bisa menyerang selama seumur hidup. Adapaun dengan melakukan sunat, sebagai salah satu cara untuk mencegah kondisi ini. Namun apabila anda tetap menjalani pola seks tidak sehat, infeksi menular seksual tetap bisa menyerang anda.

Meningkatkan Kepuasan Seksual

Sudah banyak bukti yang mengungkapkan bahwa sunat bermanfaat untuk meningkatkan kepuasana seksual. Akan terdapat sensasi yang berbeda ketika seseorang melakukan seks sebelum disunat maupun sensasi seks setelah di sunat. Dimana dengan di sunat akan meningkatkan ereksi.

Itulah beberapa manfaat dari sunat yang bisa anda dapatkan. Apabila hingga umur 25 tahun, anda belum melakukan sunat. Maka cobalah untuk melakukannya sekarang, dan anda bisa merasakan manfaat sunat yang luar biasa.