Penyakit Raja Singa atau disebut juga sifilis adalah infeksi menular seksual akibat infeksi bakteri spiroset Treponema pallidum sub-spesies pallidum. Penularan melalui kontak seksual secara langsung. Infeksi juga bisa ditularkan dari ibu ke janin saat hamil atau saat proses melahirkan, pada proses penularan ini dikenal dengan istilah Raja Singa kongenital.

Tanda dan gejala penyakit kelamin Raja Singa bermacam-macam tergantung dengan tingkatan fase penyakit tersebut muncul (fase primer, fase sekunder, fase laten, dan fase tersier).

Penyakit Raja Singa Berdasarkan Tingkatan Fase

  • Fase primer, biasanya ditandai dengan chancre tunggal (tidak menimbulkan rasa sakit, ulserasi keras, tidak gatal pada kulit).
  • Raja Singa sekunder ditandai dengan munculnya ruam pada telapak tangan dan tumit kaki.
  • Sedangkan untuk Raja Singa laten biasanya hanya menunjukkan sedikit gejala dan bahkan tidak ada sama sekali.
  • Raja Singa tersier ditandai dengan gejala neurologis, gumma, atau jantung.
Secara umum, diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan medis seperti tes darah. Raja Singa atau sifilis bisa diobati secara efektif menggunakan antibiotik, khususnya menggunakan suntikan anti biotik. Untuk pasien yang memiliki alergi berat terhadap anti biotik, bisa diberikan dengan cara diminum atau dengan cara oral.

Tanda Dan Gejala Penyakit Raja Singa

Raja Singa Primer

Raja Singa primer secara umum didapat dari kontak seksual langsung dari orang yang sudah terinfeksi kepada orang lain. Sekitar 3-90 hari setelah infeksi awal (rata-rata 21 hari) terjadi luka pada kulit yang dinamakan chancre. Lesi ini secara umum tunggal (sekitar 40 % dari waktu), kokoh dan tanpa ditandai dengan rasa sakit, pemborokan pada kulit tanpa rasa gatal. Lesi bisa bertahan selama 3-6 minggu tanpa pengobatan.

Raja Singa Sekunder

Raja Singa sekunder secara umum ditandai dengan munculnya ruam di telapak tangan. Papules kemerahan dan banyak nodul pada badan yang menandai terjadinya face Raja Singa sekunder.

Raja Singa sekunder biasanya terjadi 4-10 minggu setelah face infeksi primer. Gejala yang palin sering terjadi adalah berkaitan dengan kulit, nodus limfa dan selaput lendir dengan tanda kemerah-merahan-pink, ruam yang tidak terasa gatal pada batang, termasuk di telapak tangan. Ruam bisa berbentuk datar, lebar, warna keputih-putihan, lesi atau luka mirip kutil yang dikenal dengan kondiloma latum di selaput lendir.

Ditandai dengan gejala lainnya seperti demam, malaise, sakit tenggorokan, berat badan turun, sakit kepala dan rambut rontok.

Raja Singa Laten

Raja Singa laten diartikan seperti mengalami serologis akibat infeksi tanpa ditandai dengan gejala-gejala dari penyakit.


Raja Singa Tersier

Orang dengan face Raja Singa tersier adalah bukan sebagai penular. Pada face ini biasanya terjadi 1-46 tahun setelah infeksi awal, rata-rata 15 tahun. Fase ini ditandai dengan terbentuknya gumma kronik, lembut, mirip dengan peradangan bola tumor. Secara umum mempengaruhi tulang, kulit, dan liver, tetapi bisa saja terjadi dimanapun, mirip dengan apa itu herpes.

Raja Singa kardiovaskular

Secara umum terjadi 10-30 tahun setelah terinfeksi pertama kali. Komplikasi paling umum terjadi adalah syphilitic aortitis. Pada kondisi ini dapat mengakibatkan terbentuknya aneurisme.

Raja Singa Kongenital

Raja Singa kongenital atau bawaan sejak lahir bisa terjadi selama masa kehamilan atau selama proses kelahiran. Gejala umum berkembang beberapa tahun pertama meliputi: ruam (70%), hepatosplenomegali (70%), demam (40%), pneumonitis (20%) dan neurosyphilis (20%).

Ciri-Ciri Penyakit Raja Singa

Ciri-Ciri Raja Singa Pada Wanita
  • Keluar cairan tidak normal dari saluran kencing atau liang senggama (seperti keputihan berlebihan, bau amis, warna putih kehijauan).
  • Rasa nyeri saat kencing atau saat melakukan hubungan seksual.
  • Rasa gatal pada alat kelamin atau disekitarnya.
  • Terdapat Lecet, luka kecil (kadang tidak merasakan sakit) ang disertai dengan pembengkakan pada kelenjar getah bening.
  • Terjadi perubahan warna kulit dan mata.
  • Pada wanita tidak menunjukkan gejala-gejala yang jelas dan bahkan tidak terjadi keluhan sama sekali, hal ini yang wanita sangat mudah menjadi sumber penularan.
Ciri-Ciri Raja Singa Pada Pria
  • Keluar cairan nanah dari penis laki-laki.
  • Rasa nyeri selama melakukan hubungan seksual atau ketika buang air kecil.
  • Rasa sakit pada kerongkongan atau terdapat luka pada kerongkongan jika terinfeksi melalui oral sex.
  • Rasa nyeri pada daerah anus untuk orang terinfeksi melalui anal sex.
  • Terdapat luka memerah tanpa disertai rasa sakit di daerah kelamin, kerongkongan, anus atau lidah.
  • Terdapat bintik merah di kulit dan bersisik pada telapak kaki dan telapak tangan.
  • Air kencing atau urine memiliki warna gelap, feses warna terang, kulit dan mata berwarna kuning.
  • Muncul lepuh kecil pada wilayah kelamin yang kemudian berubah menjadi koreng (kerak kering pada luka).
  • Terjadi pembengkakan pada kelenjar limfa, nyeri dan demam atau rasa sakit di seluruh tubuh.
  • Gejala infeksi yang tidak umum dan aneh, seperti rasa lelah yang tidak bisa dijelaskan, muncul keringat malam dan berat badan menurun.