Sifilis atau yang biasa disebut dengan raja singa adalah penyakit menular seksual yang bisa menular lewat hubungan seksual. Penyebab penyakit ini adalah sebuah bakteri bernama Treponema pallidum. Bukan hanya menginfeksi alat kelamin saja, namun juga kulit, mulut ataupun anus seseorang. Penyakit ini juga bisa menjadi parah jika dibiarkan, bahkan bisa menyebabkan kerusakan organ lain dalam tubuh, seperti otak dan juga jantung.

Gejala awal dari penyakit raja singa ini adalah berupa luka kecil pada bagian yang terinfeksi bakteri. Luka ini bahkan tidak terlihat dan membuat kehadirannya tidak disadari penderita. Ada beberapa tahapan yang dilalui oleh penyakit ini. Berikut ini adalah penjelasan mengenai tahapan sifilis dan juga pengobatannya.

Tahapan Raja Singa

Sifilis Primer

Tahapan ini terjadi setelah bakteri menginfeksi penderita, dan ditandai dengan munculnya luka di tempat yang terinfeksi. Biasanya luka ini muncul 4 sampai 5 minggu setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Dan luka ini akan terus menetap sampai 2 hingga 6 minggu lamanya.

Sifilis Sekunder

Tahapan kedua pada penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam kulit dan juga sakit pada tenggorokan. Ruam yang muncul tidak diikuti dengan rasa gatal, dan akan muncul di telapak tangan ataupun telapak kaki. Gejala lain yang akan dirasakan yaitu sakit kepala, kelenjar getah bening yang bengkak, lelah, demam, berat badan menurun, rambut rontok, dan juga ngilu pada area persendian. Gejala tersebut umumnya akan hilang sendiri, namun tetap harus dilakukan pengobatan.

Sifilis Laten

Pada tahapan ini, gejala sudah tidak ada sama sekal, namun bakteri masih terus bersarang dalam tubuh penderita. Sifilis bisa saja kambuh kembali setelah bertahun-tahun.

Sifilis Tersier

Di tahapan terakhir ini, ketika seseorang mengabaikan pengobatan sifilis, maka akan terjadi kondisi yang lebih serius. Karena pada tahapan ini, sifilis bisa menyebabkan kerusakan organ lain di tubuh, bahkan bisa juga mengakibatkan kematian.

Pengobatan Raja Singa

Jika Anda penderita sifilis yang masih dalam tahap primer ataupun sekunder, dokter umumnya akan memberikan penisilin, yang dimasukkan ke dalam tubuh lewat suntikan. Namun jika Anda memiliki alergi terhadap penisilin, maka dokter akan memberikan pengobatan antibiotik lain.

Jika sifilis sudah berada pada tahap tersier, maka penderita akan diberikan antibiotik melalui infus. Tujuannya adalah untuk menghentikan infeksi yang terjadi. Namun, pengobatan yang dilakukan ini sudah tidak bisa untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi karena terlambatnya pengobatan sifilis yang sudah berada pada tahapan tersier.

Ibu hamil yang mengalami sifilis juga akan diberikan antibiotik untuk mengobati sifilis. Dokter akan memberikan antibiotik yang aman dan tidak mempengaruhi janin yang dikandung.

Dalam masa pengobatan sifilis, Anda akan disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual, sampai masa pengobatan selesai dan sifilis benar-benar sudah sembuh. Pengobatan sifilis ini akan lebih baik jika dilakukan dengan pasangan seksual Anda. Apalagi jika pasangan juga ternyata memiliki gejala-gejala sifilis.

Untuk itu, ketahui gejala yang terjadi pada penderita sifilis, agar penanganan dan pengobatan tidak terlambat dilakukan. Konsultasikan dengan dokter jika Anda merasa mengalami gejala sifilis. Atau Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter di Klinik Utama Gracia gratis melalui layanan konsultasi online di bawah ini. Anda juga bisa datang langsung ke Klinik Utama Gracia untuk mendapatkan penanganan yang tepat untuk masalah penyakit menular seksual yang Anda alami.